Bayangkan sebuah brand yang tak lagi berteriak lewat iklan satu arah, melainkan mengundang pelanggan untuk duduk bersama, berdialog, dan bahkan ikut menciptakan produk dan cerita brand tersebut. Inilah inti dari pergeseran paradigma pemasaran modern: dari model tradisional broadcast marketing yang serba satu arah menuju pendekatan pemasaran berbasis komunitas (community-driven value creation). Apa yang memicu perubahan dramatis ini, dan mengapa hal ini begitu krusial? Tulisan ini mengupas mengapa strategi yang digerakkan komunitas menjadi relevan secara strategis di lanskap konsumen masa kini, bagaimana peran pemasar dan inovator berubah karenanya, serta dampaknya terhadap kepercayaan (trust) konsumen, loyalitas, dan pertumbuhan brand.


