Di penghujung 2025, pemimpin bisnis merenungkan ketegangan antara strategi ambisius dan realitas yang berubah cepat. Konflik geopolitik, disrupsi teknologi, dan ketidakpastian ekonomi global memaksa organisasi menyesuaikan arah. Laporan Risiko Global World Economic Forum (WEF) menggambarkan situasi ini sebagai “salah satu masa paling terpecah sejak Perang Dingin”.
Pandangan para ahli pun pesimis: Berdasarkan temuan Global Risks Perception Survey (GRPS), dengan responden lebih dari 900 global risks experts, pimpinan industri, dan pemangku kebijakan, 52% responden mengantisipasi prospek dunia dua tahun ke depan penuh ketidakpastian. Sebanyak 31% lainnya memperkirakan turbulensi dan 5% memperkirakan prospek yang buruk.


