Scorecard yang Lengkap, tapi Melewatkan Satu Pertanyaan Penting
Kita sering menilai pemimpin melalui angka: target yang tercapai, keputusan yang diambil, hingga kuartal yang dimenangkan. Kita mengamati slide deck, track record, dan reputasi di kalangan board. Namun ada satu hal yang hampir tidak pernah benar-benar diukur dalam kepemimpinan:
Apakah orang-orang yang bekerja bersama Anda—dan untuk Anda—benar-benar merasa dihargai dan mencintai apa yang mereka lakukan di bawah kepemimpinan Anda?
“Puas”, “engaged”, atau “merasa diapresiasi” memang sering dijadikan indikator. Tapi itu hanya menggambarkan kondisi saat ini. Berbeda dengan itu, rasa love—atau kecintaan terhadap pekerjaan dan lingkungan kerja—justru menjadi prediktor paling kuat untuk perilaku jangka panjang.
Penelitian dalam psikometri menunjukkan bahwa kecintaan ini bukan sekadar emosi sesaat, melainkan sinyal mendalam yang memengaruhi komitmen, kreativitas, dan keberlanjutan kinerja.
Sayangnya, banyak organisasi belum memiliki bahasa—apalagi strategi—untuk mengukur dan menumbuhkan aspek ini dalam kepemimpinan mereka.


