The Silver Economy: Pasar Besar yang Masih Dibaca sebagai “Segmen Lansia”
Published 17 September 2026
Selama bertahun-tahun, pertumbuhan pasar sering diasosiasikan dengan konsumen yang lebih muda. Brand mengejar Gen Z, customer experience didesain untuk digital native, dan aspirasi kerap divisualkan lewat youth culture. Struktur konsumennya kini bergerak ke arah yang berbeda.
Asia-Pacific tumbuh paling cepat
World Data Lab memperkirakan kelompok usia 60+ mengendalikan sekitar US$19 triliun dari total US$70 triliun belanja konsumen global pada 2026. Dalam satu dekade, nilainya diproyeksikan naik menjadi US$34 triliun. Artinya, kelompok yang hanya mewakili sekitar 15% populasi sudah menyumbang lebih dari seperempat konsumsi dunia.
Perubahan itu bahkan lebih cepat di Asia-Pacific. Belanja konsumen 60+ di kawasan ini diproyeksikan meningkat dari sekitar US$4,9 triliun pada 2026 menjadi US$10,2 triliun pada 2036 - lebih dari dua kali lipat. Pertumbuhan tersebut didorong oleh Jepang, Korea Selatan, China, dan populasi yang menua di Asia Tenggara.
Document Preview & Resource
Related Insights
Ketika Ikon Global Harus Beradaptasi Lagi: Pelajaran dari Nike
Nike masih merupakan perusahaan sportswear terbesar dunia. Pada FY2026, perusahaan membukukan revenue US$46,4 miliar. Brand equity, athlete portfolio, global distribution, dan kemampuan product creation yang dibangun selama puluhan...
Ketika Workforce Dipangkas Demi Efisiensi, Apa yang Tidak Boleh Ikut Hilang?
Headcount bisa berkurang dalam hitungan bulan. Kapabilitas yang hilang bisa membutuhkan bertahun-tahun untuk dibangun kembali. JLR berencana memangkas hampir 10% workforce globalnya, tetapi tetap berinvestasi besar pada elektrifikasi,...
Indonesia di Peta Ekonomi Digital Dunia 2026: Posisi, Peluang, dan Implikasi bagi Pemimpin Korporasi
Peta ekonomi digital dunia sudah pecah jadi empat jalur berbeda. Indonesia ada di jalur tercepat, tapi bukan jalur paling maju. Bagi pemimpin korporasi, beda ini menentukan strategi mana...