Strategy

The Strategy-Reality Gap (Starbucks Case)

Published 17 December 2025

Starbucks mengalami penurunan kinerja tajam dan kehilangan nilai pasar sebesar $30 miliar setelah menunjuk mantan konsultan McKinsey, Laxman Narasimhan, sebagai CEO. Kegagalan tersebut menyoroti adanya kesenjangan antara strategi analitis yang canggih di meja rapat dengan realitas operasional di lapangan, di mana fokus berlebih pada aplikasi online justru menghilangkan esensi atau "jiwa" kedai kopi. Melalui penunjukan CEO baru, Brian Niccol, perusahaan berupaya memulihkan bisnis dengan kembali ke dasar-dasar operasional melalui program "Back to Starbucks". Kasus ini memberikan pelajaran strategis mengenai pentingnya kepemimpinan yang holistik dan berkemampuan end-to-end, di mana seorang pemimpin tidak hanya mengandalkan data dan model matematis, melainkan harus tetap dekat dengan realitas lapangan dan memahami seluruh proses bisnis dari hulu ke hilir.
Executive PDF Brief

Document Preview & Resource

Download PDF
Page of
Loading document...